Persoalan tentang sampah masih menjadi masalah
lingkungan yang penting pada hari ini. Salah satunya adalah penggunaan alat
perkakas berbahan plastik, karena seperti kita ketahui bahwa plastik adalah
salah satu benda yang sangat sulit dan lama untuk didaur ulang. Hal ini
diperparah dengan perilaku dari masyarakat yang cenderung abai dengan masalah
sampah. Oleh karena itu, MTs Negeri 5 Bantul bekerja sama dengan Dinas
Lingkungan Hidup mengadakan kerja sama dalam hal penanganan sampah. Kegiatan
yang dimaksud adalah daur ulang sampah kain atau baju bekas menjadi pot.
Kegiatan pengelolaan sampah tersebut dilakukan pada hari Rabu (2/9) bertempat di MTs Negeri 5 Bantul. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diadakan di ruang Lab IPA. Kegiatan dibuka oleh Kepala Madrasah, Drs. Tavif Raharja yang menyambut baik kegiatan tersebut. Kegiatan ini sangat didukung karena dapat menambah wawasan dan ilmu tentang pengelolaan sampah. Kegiatan ini juga berkaitan erat dengan program adiwiyata sekolah. Untuk selanjutnya, pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup, Sri Rahayu, S.T menyampaikan bahwa pemantauan pengelolaan sampah selalu dilakukan di semua kecamatan sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA). Salah satu permasalahan yang dihadapi di TPA adalah sampah kain yang tidak bisa didaur ulang terutama yang bahannya dibuat sintetis yang dicampur dengan plastik. Maka Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Guwosari Training Center dalam hal pengelolaan sampah kain menjadi pot.
Setelah acara pembukaan ditutup dilanjutkan dengan praktik pembuatan pot dari bahan kain bekas. Narasumber yang dihadirkan DLH berasal dari Guwosari Training Center. Neni Widuri, dari Guwosari Training Center menjelaskan pembuatan pot dari kain bekas langsung dengan praktek dan memberi contohnya yaitu mencelupkan kain bekas ke dalam campuran air dan semen. Kemudian kain tadi ditangkupkan kepada pot yang sudah jadi yang digunakan sebagai cetakan. Ketika dirasa cukup tebal kemudian biarkan sehari semalam dan tidak terkena air hujan atau sinar matahari terik, agar tidak terjadi keretakan.
Guru dan beberapa orang siswa dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka semua terlihat antusias dan menikmati kegiatan ini. Hal ini karena mereka mendapat ilmu dan pengalaman baru. Akan tetapi sayang, keasyikan tersebut harus terhenti oleh waktu. Kegiatan ini selesai pukul 11.30.




Komentar
Posting Komentar