![]() |
| H. Ramea Agus Purnama, M.Pd menyampaikan materi workshop |
Peningkatan kompetensi guru adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Apalagi menyambut tahun pelajaran baru dan tatanan baru pendidikan dalam masa new normal di tengah pandemi wabah Covid19. Hal ini membutuhkan kompetensi ekstra seorang guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dan kewajiban guru dalam melengkapi administrasi guru.
MTs Negeri 5 Bantul menyikapi hal ini dengan menggelar workshop 32 JPL untuk guru selama 2 hari tatap muka dan 2 hari penugasan.
Workshop dengan mematuhi protokol covid-19 dimulai Kamis (23/7) dengan dibuka oleh Pengawas Madrasah yaitu Drs. Mugiyanta, M.Pd. Ia menyampaikan beberapa kebijakan dari Kementerian Agama dalam menyikapi tatanan baru pendidikan dalam masa new normal di tengah pandemi wabah Covid19.
Selanjutnya H. Ramea Agus Purnama, M.Pd., pengawas Bahasa Inggris Disdikpora Bantul, menyampaikan materi tentang penyusunan silabus dan RPP baru satu lembar. “RPP yang baru ini tidak memakai format yang baku. Maka disebut RPP inspiratif.” Agus mengawali materi dengan petunjuk praktis pembelajaran daring hanya bermodalkan aplikasi WhatsApp (WA), “Sapalah anak – anak sebagaimana pembelajaran ketika di kelas.” Agus juga mencontohkan menggunakan WA untuk merekam suara, mengirim materi dan mengirim video. Di akhir sesi workshop, Agus memberikan contoh – contoh perangkat administrasi yang harus dibuat oleh guru sebelum mengajar.
Workshop hari kedua dilaksanakan Jumat (24/7) dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka langsung oleh Kepala Madrasah Drs. Tavif Raharja. Ia mengucapkan terima kasih atas semua pemateri yang telah bersedia mengisi dan sangat berharap kegiatan workshop ini akan meningkatkan kompetensi guru dalam membuat kegiatan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa.
![]() |
| Tri Worosetyaningsih, M.Pd sebagai pemateri AKM dan SK |
Tri Worosetyaningsih, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pakem bertindak sebagai pemateri selanjutnya mengisi workshop dengan materi Assesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Tri menyampaikan materi dengan atraktif dan menarik sehingga guru MTsN 5 Bantul mengikuti workshop dengan antusias. Tri menjelaskan bahwa Asesmen Kompetensi Minimum akan dilakukan pada siswa kelas 8 dan 11. Asesmen ini ditujukan kepada kemampuan literasi dan numerasi sederhana dalam memecahkan masalah dan studi kasus sehari – hari. Asesmen ini benar – benar asesmen yang paling minimum. Bila belum tuntas masih diperbaiki di kelas selanjutnya. Asesmen ini tidak akan menggantikan ujian sekolah demikian papar Tri.
Di akhir kegiatan, Kepala MTsN 5 Bantul Drs Tavif Raharja didampingi Wakaur Humas Yuli Marhaeni, S.Pd menambahkan semua guru diharap sudah siap dengan segala administrasi yang dibutuhkan sebelum pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran daring akan jauh lebih meningkat setelah pelaksanaan workshop ini (Yum).


Kegiatannya sangat positif sekali, semoga skill yang didapatkan dari workshop dapat berkelanjutan
BalasHapusWorkshop yang sangat bermanfaat bagi guru", Semoga bisa menjadi pedoman guru" dalam melaksanakan sistem pembelajaran daring..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKegiatan yang positif. Lanjutkan 👍
BalasHapusSemoga dengan workshop yang diberikan membuat kreativitas guru dalam pembelajaran disaat pandemi semakin meningkat sehingga siswa juga antusias menerima pembelajaran yang diberikan👍
BalasHapusKegiatan yang sangat bermanfaat bagi semua elemen sekolah, semoga kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah diseluruh penjuru negeri.
BalasHapusMatap, semoga bisa menjadikan semangat bagi guru" 💯
BalasHapus