KEPALA MTSN 2 BANTUL SAMPAIKAN IKHTIAR HADAPI WABAH MEMATIKAN COVID-19 DI PENGAJIAN AHAD PAGI


Bantul (Matsamaba) – Sejumlah wali siswa mulai berdatangan di Kampus Hijau  Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Bantul meski waktu menunjukkan masih pukul 06.00 WIB. Mereka hadir untuk mengikuti pengajian rutin Ahad Kliwon Pagi di musholla madrasah, Ahad (15/3). Kehadiran wali siswa disambut Bapak Ibu guru dengan senyum mengembang.
Acara diawali dengan dzikir-tahlil yang dipimpin oleh Drs. Surahmanta. Dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah Drs. Tavif Raharja. Dalam sambutan Kepala Madrasah menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh wali siswa atas kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini terus berjalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai wadah tali silaturahim guru dan wali siswa.
Musa Surahman, S.Ag. M.Pd.I selaku penceramah mengangkat tema ‘Menyikapi Wabah Penyakit Mematikan Covid-19”.  Akhir – akhir ini dunia sedang diguncang dengan suatu penyakit yang bernama Corona Virus Desease (Covid)- 19. Penyakit ini telah menjadi pandemi global yang mewabah keberbagai negara. Ratusan nyawa di belahan dunia telah terenggut akibat penyakit ini. Untuk menyikapi hal ini, Musa yang juga sebagai Kepala Madrasah Negeri 2 Bantul menyampaikan tiga ikhtiar yang dapat dilakukan untuk menghadapi pandemi tersebut.

Pertama, jangan mendekati area tempat penyakit mewabah jika belum terjangkit virus dan tidak keluar dari area tempat tinggal bagi yang sudah terjangkit virus tersebut. Ia mengangkat suatu kisah saat sahabat Umar RA ditanya oleh sahabatnya ketika wabah mematikan menyebar di zaman itu. Umar RA berusaha menghidar daerah yang sudah terjangkit namun oleh sahabatnya ditanya, ”Kenapa takut hanya karena penyakit? Bukankah takdir kita sudah digariskan andai kita lewat daerah tersebut?. Lalu Umar RA menjawab, “Saya tidak menghindari penyakit, saya hanya mencari takdir Allah yang laen’.

Ikhtiar yang kedua adalah menjaga kebersihan diri. Disarankan kita mencuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik sembari mengusap seluruh permukaan telapak tangan maupun jari. Cara ini bisa dengan sekaligus melakukan wudlu sebelum ibadah sholat wajib 5 waktu maupun sholat sunnah seperti dhuha dan tahajjut. Adapun usaha terakhir adalah tawakal. Bukan pasrah karena kalau pasrah adalah tidak melakukan usaha apapun.

Di akhir kegiatan, wali siswa menerima hasil Penilaian Tengah Semester genap dari wali kelas masing-masing. Pada kesempatan itu juga digunakan untuk menyampaikan permasalahan terkait siswa dan orangtua atau apapun yang mungkin ada dibenak siswa (Hum).

Komentar