Bantul (MTsN 5 Bantul) – Menindaklanjuti
program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Republik Indonesia bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan
(Kerlip) dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak melalui Sehari Belajar di Luar
Kelas, MTsN 5 Bantul mengenalkan permainan tradisional Dakon. Kegiatan ini
dilaksanakan di halaman madrasah pada Kamis (7/11). Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh perwakilan setiap kelas.
Puji Wuri Istanti, S.Pd.I, salah satu koordinator
permaianan tradisional, mengatakan bahwa maraknya game online telah menggerus
nilai-nilai karakter generasi bangsa. Di tanbah pengaruh gadget yang kini
menghinggapi anak-anak, membuat permaianan tradisional makin tak dikenal. Inilah
alasan mengapa permainan ini dikenalkan kepada para siswa. “Dengan
memasyarakatkan Dakon, para siswa berlatih kesabaran dan ketekunan. Mereka juga
barus cermat berhitung,” tambah Guru Fikih.
Secara terpisah, Muhammad Alwi dan Alfun,
peserta Dakon yang mewakili kelas VIII B, mengatakan bahwa keduanya sangat
menikmati permainan ini. Walaupun pada awalnya keduanya belum terbiasa dengan
aturan mainnya. Setelah mencoba dan berlatih sebentar, keduanya pun asyik
menikmati permainan ini. “Cukup asyik Bu, bermain Dakon. Saya jadi harus cermat
ngitung untung rugi dari setisp biji yang mau saya taruh di setip lubang.” Jelas
Alwi. (nur)

Komentar
Posting Komentar