KEPALA MTSN 5 BANTUL TERIMA HASIL AUDIT INSPEKTORAT JENDERAL



Bantul (Matsamaba) – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menyampaikan hasil audit kinerja versi 2.0 kepada dua madrasah yang telah diamati selama 2 pekan yaitu MTsN 5 Bantul dan MTsN 8 Bantul pada acara Exit Meeting Jum’at (27/9) di ruang pertemuan MTs negeri yang terletak di Dlingo yaitu MTsN 8 Bantul. Hadir pada kesempatan itu Asep Komarudin selaku pengendali teknis, Eulis Nurfaidah selaku ketua tim, dan Kiki Qibtiah, Ida Dwi Lestari, Rudi Kurniawan, dan Desrizal selaku anggota tim, Kasi Dikmad Kantor Kementerian Kabupaten Bantul H. Andar Prasetyo, M.Pd., Kepala MTsN 8 Bantul Drs. Tavif Raharjo, seluruh guru dan pegawai MTsN 8 Bantul, Kepala MTsN 5 Bantul, Siti Solichah,S.Pd. beserta Kepala TU Slamet Widodo, dan seluruh wakaur dan serta koordinator keagamaan, Musa Surahman, M.Pd.I.
Drs. Tavif Raharjo pada sambutan tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih sebesarnya kepada seluruh tim Itjen dan perwakilan dari MTsN 5 Bantul atas kunjungan ke madrasahnya. Ia menyampaikan permohonan maaf sebesarnya atas kurangnya fasilitas yang tersedia seperti air bersih. Hal ini mengingat kondisi madrasah yang berada di daerah yang tinggi. Sementara H. Andar Prasetyo dalam sambuatannya menyampaikan kurangnya jumlah pengawas di Kementerian Agama Kabupaten Bantul merupakan salah satu penyebab kurangnya pengawasan madrasah – madrasah yang ada di Bantul. Ia berharap, dengan kehadiran Inspektorat Jenderal, kedepan khususnya kedua MTs yang telah dikunjungi dan juga kepada seluruh madrasah di Kabupaten Bantul pada umumnya lebih tertib dalam melaksanakan perencanaan kegiatan, pelaksanaan, pelaporan, dan publikasi pencapaian hasil kegiatan (outcome) kepada masyarakat luas.
Asep Komarudin mewakili Inspektorat Jenderal menemukan beberapa permasalahan yang perlu diperbaiki kedepan. Ada empat fungsi yang diaudit oleh Itjen yaitu terkait perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan, dan pencapaian hasil. Beberapa temuan pada fungsi perencanaan yaitu belum tersusunnya RKJM dan program yang sesuai atau selaras dengan kebijakan kanwil. Pada fungsi pelaksanaan ditemukan pegawai indisipliner. Pada fungsi evaluasi dan pelaporan ditemukan kegiatan yang belum ada laporan kegiatan dengan tuntas. Pada fungsi pencapaian hasil ditemukan minimnya prestasi guru dan siswa serta kurangnya pembangunan citra diri madrasah melalui media sosial. Kesimpulan hasil audit kinerja versi 2.0 Inspektorat Jenderal ke MTsN 5 Bantul dan MTsN 8 Bantul menunjukkan kedua madrasah memiliki predikat ‘cukup memuaskan’  (Humas).

Komentar