MATSAMABA BERI PELATIHAN LITERASI SISWA

BANTUL (Matsamaba) —Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tapi meliputi banyak hal, seperti belajar tentang matematika, sains, sosial-budaya, finansial, membaca dan literasi digital. Karena menurut UNESCO, literasi merupakan keaksaraan sebagai proses sederhana untuk memperoleh keterampilan kognitif dasar. “Keterampilan tersebut digunakan sebagai wujud kontribusi terhadap masyarakat, mengembangkan kapasitas untuk peningkatan kesadaran sosial dan refleksi kritis sebagai dasar untuk perubahan pribadi dan sosial. Secara ringkas, literasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang mendapatkan pengetahuan dan menggunakan pengetahuan itu untuk kepentingan orang banyak serta mengubah pribadi dan masyarakat menjadi lebih baik,” kata Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis Indonesia (Pergumapi) Siska Yuniati saat menjadi narasumber pada Pelatihan Literasi MTsN 5 Bantul (Matsamaba), Selasa (16/4/2019). Menurut Siska, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh madrasah untuk mendorong peningkatan literasi siswa adalah dengan menyediakan pojok baca, yang dapat dibuat di dalam kelas maupun di luar kelas (ruang publik). Pojok baca dapat diisi dengan buku bacaan, maupun karya siswa. Dapat juga dilengkapi dengan pohon literasi dengan mengembangkan kreativitas siswa. Guru Bahasa Indonesia MTsN 3 Bantul tersebut juga menguraikan kiat menulis cerpen. “Cerpen dapat kita buat dengan memanfaaatkan media sosial yang saat ini mudah didapatkan. Untuk menulis cerpen, selain jeli dalam memilih kata, juga diperlukan riset. Riset diperoleh dengan cara melihat, mendengar maupun membaca. Tak kalah penting adalah memilih judul yang menarik agar orang penasaran untuk membacanya,” kata Siska seperti dikutip Drs Sutanto, Guru MTsN 5 Bantul, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Nagarionline.id, Kamis (18/4/2019). Ketua Panitia Netty Herawaty memaparkan, pelatihan diikuti 30 peserta dari kelas 7 dan 8. “Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis esai, menyalurkan hasil tulisan dan mengembangkan tulisan. Setelah pelatihan kami berharap peserta dapat menguasai konsep literasi, membuat tulisan dan membuat pojok baca serta memajang tulisan di pojok baca,” imbuhnya. Kepala Matsamaba Siti Solichah sangat senang kegiatan dapat dilaksanakan dan mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga sore dengan antusias. “Semoga pelatihan ini menjadi pembuka jalan Matsamaba giat dalam lterasi sehingga banyak bermunculkan tulisan para siswa di mading, bahkan bisa muncul di media cetak maupun online,” katanya. (hum)

Komentar