TIM VERVAL EDS ADIWIYATA KUNJUNGI MATSAMABA

Bantul - (Matsamaba) Tim Verifikasi & Validasi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul yang dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Karyana, mengunjungi Matsamaba Rabu (27/3/2019) untuk melakukan verifikasi dan validasi Evaluasi Diri Madrasah (EDS) Adiwiyata. Tim yang terdiri dari Sri Rahayu (DLH Bantul), Nu Rohman (DLH Bantul), Samsudin (Pengawas Kemenag Bantul) dan Haryono (SMPN 1 Pandak), Jatmiko (SMKN 1 Sewon) ini langsung disambut 45 kader Tim Hijau Berseri dan Guru Karyawan Matsamaba dengan yel yel Adiwiyata. “Kami serombongan merasa kaget bercampur bangga, karena sambutan di madrasah ini paling meriah dibanding sekolah lain, ada yel-yel, ada lagu Adiwiyata,” kata Karyana.

Menurut Karyana, faktor utama Adiwiyata adalah komitmen Kamad dan Tim, semangat siswa dalam menyambut cukup bagus. "Sebetulnya bukan menilai namun hanya mencocokkan lembar Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang telah diisi. Saat ini sampah sudah menjadi masalah, TPA Piyungan sedang bermasalah, maka sebaiknya sampah sudah dipilah sejak awal. Apabila ibu rumah tangga saat masak langsung memilah sampah, maka di tingkat selanjutnya tak menimbulkan masalah. Dan apa yang sudah dilakukan MTsN 5 Bantul dengan melakukan pemilahan sampah dan dibuat barang kerajinan, itu hal yang bagus,” puji Karyana.

Salah satu anggota tim dari Sekolah Adiwiyata Nasional Kab Bantul Haryana menambahkan bahwa apa yang dilakukan Matsamaba sama persis dengan yang dilakukan di sekolahnya, SMPN 1 Pandak, mulai dari tingkat Bantul, provinsi, nasional dan mandiri. “Anak-anak yang sudah ambil peran tetap dipertahankan sampai dengan tingkat nasional, bahkan sudah ada lagu dan yel yel. Di berbagai kegiatan sebaiknya tetap melibatkan siswa. Nampaknya itu hal sederhana, namun sebenarnya memupuk keberanian siswa. Bahkan anak harus dilatih bisa presentasi,” tandasnya.

Menurut Haryana, komitmen kepala dan warga madrasah menjadi kunci suksesnya Adiwiyata. Siswa harus terus diberi edukasi dalam pengelolaan sampah. “Angka total 56 dari 33 komponen EDS yang diisi sudah memenuhi syarat dan sambil jalan dilengkapi untuk maju ke tingkat DIY. Dokumen seterusnya harus disimpan dan dilengkapi,” kata Haryana.

Tim dihibur dengan nyanyian Adiwiyata dan yel yel. Selanjutnya tim meninjau lokasi didampingi Kepala MTsN 5 Bantul Siti Solichah, Ketua Tim Hijau Berseri Sutanto dimulai dari Greenhouse, Rumah Jamur, Tanaman Obat Keluarga (Toga), kolam ikan, hidroponik, pemanfaatan lahan, biopori, tempat pemilahan sampah, tanaman tumbuhan dalam pot (Tabulampot) dan kantin. (hum)

Komentar