Bantul (Matsamaba)- Dalam rangka mewujudkan Sekolah Adiwiyata, MTsN 5 Bantul melakukan langkah nyata dengan menggandeng Bank Sampah Alam Lestari Ceme Srigading Sanden. Bertempat di Lapangan upacara Matsamaba Senin (21/1) dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama. Pihak Matsamaba diwakili Kepala Madrasah Siti Solichah,S.Pd sedangkan dari Bank Sampah Alam Lestari diwakili Slamet selaku direkturnya.
Ketua Tim Adiwiyata Matsamaba “Hijau Berseri” Drs. Sutanto menjelaskan, dipilihnya Bank Sampah Alam Lestari karena sudah terbukti memiliki rekam jejak yang bagus dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul, karena telah beberapa kali mendapat penghargaan di tingkat Kabupaten dan menjadi langganan studi banding dari tingkat lokal, regional bahkan internasional.
Prinsip kerjasama ini adalah didasarkan pada prinsip kerjasama penyuluhan pembinaan yang saling membantu kedua belah pihak, bukan berdasarkan laba. Ruang lingkupnya meliputi : Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik, Pembinaan dan Pengelolaan Sampah , Pelatihan Pembuatan Barang Kerajinan dari Daur Ulang Sampah bagi warga MTsN 5 Bantul
Direktur Bank Sampah Alam Lestari Slamet menyambut baik langkah yang diambil madrasah yang berjuluk "Kampus Hijau Matsamaba" ini. Menurutnya ini merupakan langkah positif mendukung upaya Pemkab Bantul Bebas Sampah. "Mewakili warga Ceme Srigading khususnya Bank Sampah, kami menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Matsamaba untuk bekerjasama. Sesuai kemampuan kami akan membantu program di sini khususnya pokja sampah",ujar Slamet
Sutanto menambahkan, dalam waktu dekat program yang akan dilakukan pokja sampah dan kompos adalah pelatihan pembuatan barang kerajinan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai. "Kita agendakan Januari ini pelatihan di Ceme dapat terwujud. Biar anak-anak memiliki bekal keterampilan hidup setelah lulus nantinya", imbuhnya.(tan)
Ketua Tim Adiwiyata Matsamaba “Hijau Berseri” Drs. Sutanto menjelaskan, dipilihnya Bank Sampah Alam Lestari karena sudah terbukti memiliki rekam jejak yang bagus dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul, karena telah beberapa kali mendapat penghargaan di tingkat Kabupaten dan menjadi langganan studi banding dari tingkat lokal, regional bahkan internasional.
Prinsip kerjasama ini adalah didasarkan pada prinsip kerjasama penyuluhan pembinaan yang saling membantu kedua belah pihak, bukan berdasarkan laba. Ruang lingkupnya meliputi : Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik, Pembinaan dan Pengelolaan Sampah , Pelatihan Pembuatan Barang Kerajinan dari Daur Ulang Sampah bagi warga MTsN 5 Bantul
Direktur Bank Sampah Alam Lestari Slamet menyambut baik langkah yang diambil madrasah yang berjuluk "Kampus Hijau Matsamaba" ini. Menurutnya ini merupakan langkah positif mendukung upaya Pemkab Bantul Bebas Sampah. "Mewakili warga Ceme Srigading khususnya Bank Sampah, kami menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Matsamaba untuk bekerjasama. Sesuai kemampuan kami akan membantu program di sini khususnya pokja sampah",ujar Slamet
Sutanto menambahkan, dalam waktu dekat program yang akan dilakukan pokja sampah dan kompos adalah pelatihan pembuatan barang kerajinan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak dipakai. "Kita agendakan Januari ini pelatihan di Ceme dapat terwujud. Biar anak-anak memiliki bekal keterampilan hidup setelah lulus nantinya", imbuhnya.(tan)
Komentar
Posting Komentar