BANTUL, NAGARIONLINE.ID –Sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul melakukan penanaman pohon bakau di Muara Opak Kawasan Mangrove Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/2/2019). Penanaman pohon ini dilakukan untuk memperingati Hari Lahan Basah se-Dunia.
Keempat sekolah yang melakukan penanaman pohon tersebut adalah MTsN 5 Bantul bersama tiga sekolah peduli lingkungan lainnya yakni SMKN 1 Sewon, SMAN 1 Imogiri dan SMPN 2 Imogiri. Kegiatan ini juga dihadiri Carik Desa Tirtohargo Junianto Handoko SPd.I dan para guru pendamping.
“Saya bangga dengan kreatifitas sekolah yang turut serta dalam kegiatan ini. Karena upaya yang dilakukan tersebut tentu akan berdampak pada pelestarian lingkungan, khususnya untuk menjaga abrasi pantai,” kata Sukamta SPd, Kabag Administrasi Kesra Pemkab Bantul yang hadiri dalam acara tersebut.
Koordinator kegiatan Jatmiko SPd dari SMKN 1 Sewon menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, khususnya kawasan pantai, sekaligus untuk menjalin silaturahiim antara sekolah yang memiliki visi misi sama yakni turut mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Bersama tiga sekolah imbas, SMKN 1 Sewon berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. Meski hanya 170 pohon yang ditanam pada hari ini, kami berharap dapat tumbuh dan membentengi kawasan ini dari abrasi,” ujar Jatmiko.
Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto memberikan penjelasan kepada peserta sebelum melakukan penanaman pohon pohon di Muara Opak Kawasan Mangrove Baros, Desa Tirtohargo, Kec Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/2/2019). Foto : Drs Sutanto
Sementara Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto mengungkapkan, seluruh sungai yang ada di DIY masuk melalui muara Opak di Mangrove, bahkan pada musim kemarau pun tetap ada banjir. Mangrove adalah kawasan yang paling lengkap ekosistemnya baik darat maupun air sehingga di Mangrove ada 48 jenis burung yang hidup, baik burung darat maupun air.
“Di sini kami sengaja tidak membuat pagar beton untuk menjaga abrasi, karena itu tidak ramah lingkungan. Kami menggunakan cara yang ramah lingkungan dengan penanaman pohon bakau agar kerang, ikan, aneka ragam burung dan udang tetap ada,” imbuh Dwi.
Dalam kegiatan tersebut pohon yang ditanam adalah Rezopora Mukronata yakni bakau yang jenisnya paling besar. Para peserta dipandu dalam penanaman tersebut. Apabila polybag masih utuh maka harus disobek sedikit agar tidak mengganggu tumbuhnya akar, namun apabila polybag tak utuh lagi, langsung bisa ditanam. Penanaman yang dilakukan ada yang satu lubang untuk satu tanaman, namun ada pula yang satu lubang untuk dua atau bahkan tiga dengan diberi tali agar tidak roboh.
Sebagian peserta melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah se-Dunia di Muara Opak Mangrove Baros Kretek, Sabtu (2/2/2019). Foto : Drs Sutanto
Ketua Tim Hijau Berseri “Matsamaba” MTsN 5 Bantul Drs Sutanto mengaku senang dapat ikut serta dalam kegiatan yang sangat positif ini. Sebagai salah satu sekolah imbas dari SMKN 1 Sewon yang sedang merintis menjadi Sekolah Adiwiyata, Matsamaba harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan lingkungan.
“Setelah mendapat berbagai bimbingan teknis menuju Sekolah Adiwiyata, kami terus bergerak dengan aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, melakukan aksi nyata mendukung pelestarian lingkungan sebagimana kegiatan ini,” kata Sutanto kepada nagarionline.id, Minggu (3/2/2019). (lip)
Keempat sekolah yang melakukan penanaman pohon tersebut adalah MTsN 5 Bantul bersama tiga sekolah peduli lingkungan lainnya yakni SMKN 1 Sewon, SMAN 1 Imogiri dan SMPN 2 Imogiri. Kegiatan ini juga dihadiri Carik Desa Tirtohargo Junianto Handoko SPd.I dan para guru pendamping.
“Saya bangga dengan kreatifitas sekolah yang turut serta dalam kegiatan ini. Karena upaya yang dilakukan tersebut tentu akan berdampak pada pelestarian lingkungan, khususnya untuk menjaga abrasi pantai,” kata Sukamta SPd, Kabag Administrasi Kesra Pemkab Bantul yang hadiri dalam acara tersebut.
Koordinator kegiatan Jatmiko SPd dari SMKN 1 Sewon menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, khususnya kawasan pantai, sekaligus untuk menjalin silaturahiim antara sekolah yang memiliki visi misi sama yakni turut mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Bersama tiga sekolah imbas, SMKN 1 Sewon berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. Meski hanya 170 pohon yang ditanam pada hari ini, kami berharap dapat tumbuh dan membentengi kawasan ini dari abrasi,” ujar Jatmiko.
Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto memberikan penjelasan kepada peserta sebelum melakukan penanaman pohon pohon di Muara Opak Kawasan Mangrove Baros, Desa Tirtohargo, Kec Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (2/2/2019). Foto : Drs Sutanto
Sementara Divisi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto mengungkapkan, seluruh sungai yang ada di DIY masuk melalui muara Opak di Mangrove, bahkan pada musim kemarau pun tetap ada banjir. Mangrove adalah kawasan yang paling lengkap ekosistemnya baik darat maupun air sehingga di Mangrove ada 48 jenis burung yang hidup, baik burung darat maupun air.
“Di sini kami sengaja tidak membuat pagar beton untuk menjaga abrasi, karena itu tidak ramah lingkungan. Kami menggunakan cara yang ramah lingkungan dengan penanaman pohon bakau agar kerang, ikan, aneka ragam burung dan udang tetap ada,” imbuh Dwi.
Dalam kegiatan tersebut pohon yang ditanam adalah Rezopora Mukronata yakni bakau yang jenisnya paling besar. Para peserta dipandu dalam penanaman tersebut. Apabila polybag masih utuh maka harus disobek sedikit agar tidak mengganggu tumbuhnya akar, namun apabila polybag tak utuh lagi, langsung bisa ditanam. Penanaman yang dilakukan ada yang satu lubang untuk satu tanaman, namun ada pula yang satu lubang untuk dua atau bahkan tiga dengan diberi tali agar tidak roboh.
Sebagian peserta melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah se-Dunia di Muara Opak Mangrove Baros Kretek, Sabtu (2/2/2019). Foto : Drs Sutanto
Ketua Tim Hijau Berseri “Matsamaba” MTsN 5 Bantul Drs Sutanto mengaku senang dapat ikut serta dalam kegiatan yang sangat positif ini. Sebagai salah satu sekolah imbas dari SMKN 1 Sewon yang sedang merintis menjadi Sekolah Adiwiyata, Matsamaba harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan lingkungan.
“Setelah mendapat berbagai bimbingan teknis menuju Sekolah Adiwiyata, kami terus bergerak dengan aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, melakukan aksi nyata mendukung pelestarian lingkungan sebagimana kegiatan ini,” kata Sutanto kepada nagarionline.id, Minggu (3/2/2019). (lip)
Komentar
Posting Komentar