Bantul (Matsamaba)- Pada Peringatan Hari Air se Dunia Tingkat Kabupaten Bantul, yang diadakan Kamis (28/3) di halaman Balai Desa Sriharjo Imogiri Bantul, guru MTsN 5 Bantul (Matsamaba) Drs.H. Sutanto mendapat cinderamata berupa bibit tanaman buah. Sutanto menjelaskan, kehadirannya pada acara ini selaku Ketua Tim Hijau Berseri Matsamaba. “Madrasah kami, baru saja direvifikasi dari tim Adiwiyata Kabupaten Bantul untuk bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Apabila lolos maka tahun 2020 maju Adiyata tingkat DIY. Pokoknya setelah kita mulai dalam rintisan Adiwiayata kita selalu diikutkan dalam berbagai kegiatan lingkungan di Bantul, mulai dari Hari Lahan Basah, Hari Peduli Sampah dan saat ini Hari Air se Dunia”,imbuhnya dengan bangga.
Kehadiran Bupati Bantul Drs. H. Suharsono disambut dengan seni tradisi lokal desa Sriharjo Imogiri, dan pameran aneka potensi masyarakat. Kegiatan ini diselenggerakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kodim 0729/Bantul yang menggambil tema internasional "Leaving No One Behind".
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantul Ari Budi Nugroho, ST, M.Sc. dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai upaya penyadaran untuk pengelolaan air yang berkelanjutan, sebagai upaya penyadaran untuk pentingnya konservasi air, sebagai upaya untuk mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga sumber air bagi kehidupan serta sebagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang permasalahan dan solusi dalam penyediaan air bagi kehidupan.
Bupati Bantul menngungkapkan, konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi hal mutlak yang harus diakomodir dalam perencanaan pembangunan. Pembangunan berwawasan lingkungan akan membawa kesejahteraan bagi umat manusia karena mampu menciptakan keseimbangan di dua sisi, yakni keberlanjutan pembangunan dan terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup.
"Ini adalah hari untuk membuat komitmen bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat di dunia. Sesuai dengan temanya, maka semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal," kata Bupati.
Orang nomor satu di Bantul menambahkan bahwa, Peringatan Hari Air se-Dunia ini hendaknya membangkitkan kesadaran kita agar senantiasa menyadari arti pentingnya menjaga dan melestarikan sumber air yang ada. Selain itu, melalui peringatan ini juga dimaksudkan untuk menegaskan kembali bahwa pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, seperti program pembangunan bendungan, irigasi, instalasi pengelolaan air limbah, sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sebagainya.
"Kepada seluruh masyarakat Bantul, marilah kita bekerja sama dan melakukan karya nyata agar bumi ini bersih dan hijau sehingga lingkungan lestari dan ketersediaan air selalu terjamin," ajak Bupati.(tan)
Komentar
Posting Komentar