MATSAMABA GELAR PENGAJIAN 1 MUHARRAM

Bantul (Matsamaba) – Dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1440 Hijrah, selain mengadakan santunan kepada siswa yatim dan piyatu, Matsamaba juga mengadakan pengajian pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H yang bertepatan pada hari Selasa (11/9). Kegiatan dilaksanakan di Musholla Matsamaba.

 



Chumaida didampingi 'Ainin Nafisyah dan Ulil Amri.

“ Jadikan momentum Tahun Baru 1440 Hijriyyah ini untuk membangun semangat baru. Hilangkan kemalasan berubahlah menjadi anak yang rajin, hilangkan kebodohan dengan mencari ilmu. Madrasah pihan yang tepat bagi kalian. Yang utama sebagai siswa adalah belajar yang rajin dengan iringan doa setiap salat lima waktu, karena inti doa adalah shalat. Sebagai siswa yang penting bukannya pintar atau tidak, namun ikhtiar belajar yang akan dinilai Allah SWT”, demikian salah satu isi tausiah yang dikemukakan Kyai Haji Muslich Nachrowi.



Siswa sedang menyimak bacaan Chumaida.

Ketua Panitia Drs. Sutanto menjelaskan, kegiatan dikhususkan bagi siswa kelas 7, karena siswa kelas 8 dan 9 sedang melakukan study tour di Jakarta. “Adapun rangkaian peringatan tahun baru diawali dengan jamaah Shalat Dhuha dipimpin Darta, simaan Alqur`an 1 juz dipimpin oleh Chumayda. Jamaah Dhuha sudah rutin dilakukan setiap hari menjelang jam pertama masuk, sehingga kita harap hal tersebut menjadi sebuah pembiasaan yang mendarahdaging sampai dewasa. Usai Tausiah dilakukan santunan kepada siswa yatim/ piatu kelas 7 dengan dana dari ZIS Guru dan Karyawan Matsamaba “ imbuh Sutanto.

Lebih lanjut Muslich menjelaskan, setelah 13 tahun sejak masa kenabiannya Muhammad SAW merasa tak leluasa berdakwah, maka beliau memutuskan hijrah ke Madinah. Rasul menempuh perjalanan selama 14 hari. Nabi Muhammad merasa bahwa orang Mekah saat itu sangat sulit diatur. Inilah yang semakin menguatkan Hijrah ke Madinah. Para pembesar kaum Quraisy mengadakan rapat dan memutuskan Rasulullah harus dibunuh. Maka, orang Quraisy utusan dari kabilah mengepung rumah Rasulullah dengan persenjataan lengkap.

Melihat hal tersebut Nabi Muhammad meminta Ali Bin Abi Thalib menggantikannya berada di tempat tidur. Dan Rasulpun sembari terus berdoa kepada Allah SWT keluar dari rumahnya tanpa ada yang mengetahui karena para pengepung terlelap tidur. Dengan lolosnya Rasulullah, maka dibuatlah sayembara, barang siapa bisa membunuh Muhammad akan mendapatkan hadiah seribu unta

Selama dalam perjalanan, Abu Bakar Radhiyallahu senantiasa bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas tunggangannya. Dari arah arah belakang, tiba-tiba terlihat ada seseorang tengah berusaha menyusul mereka. Ternyata, ia adalah Surâqah bin Mâlik, salah seorang yang ingin memenangkan sayembara dan ingin mendapatkan hadiah yang disediakan oleh orang-orang kafir Quraisy.

Surâqah memacu kudanya memburu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan rombongannya. Begitu berhasil mengejar orang yang diinginkan dan kudanya semakin mendekati rombongan tersebut, tiba-tiba kuda tunggangannya terjerembab, dan ia pun terlempar dari punggung kuda. Suraqah kembali memacu kudanya memburu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan rombongannya yang sudah berada di depan mata.

Ketika berhasil mencapai tempat yang memungkinnya untuk mendengar doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kedua kaki kudanya tertancap ke dalam tanah sampai sebatas lututnya. Diapun turun dan menghardik kudanya, sehingga kuda itu bangkit kembali. Saat kudanya mencabut kakinya yang tertanam, memancarlah cahaya dari bekas kaki kuda itu.

Dengan peristiwa ini, Surâqah merasa yakin jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terlindungi dan akan mendapatkan kemenangan. Dia pun akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Lalu Surâqah meminta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar membuatkan untuknya surat jaminan keamanan. Akhirnya Suraqah yang semula memerangi Rasul akhirnya menjadi senjata pelindung Rasul.

“Saat hijrah itulah, Rasulullah mendirikan masjid pertamakalinya yang dinamakan masjid Quba, dan sampai di Madinah pada Senin 12 Rabi`ul awal”, pungkas Muslich.

Keterangan foto cover: KH Muslich Nachrowi sedang mengisi pengajian di Matsamaba.

Komentar