KEPALA MADRASAH DAN KEPALA TU MTSN 5 BANTUL HADIRI SERTIJAB DI MTS N 9 BANTUL

Bantul (Matsamaba) – Terhitung mulai 28 Februari 2018, Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd. pindah tugas menjadi Kepala MTs N 9 Bantul atau yang dulu dikenal Lab UIN. Selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan Siti Solichah, S.Pd. sebelumnya menjabat Waka Urusan Kurikulum MTs N 3 Bantul (atau Giriloyo). Kepala Tata Usaha (TU) Matsamaba Siti Chairul Hidayah, S.Pd.I. juga pindah tugas menjadi kepala TU MTs Negeri 1 Bantul (Gondowulung).  Selanjutnya diganti oleh Retno Siwi Handayani, S.E. Sebelumnya menjabat TU di MTs N 3 Bantul.

Pada acara Pisah Sambut kepala madrasah MTs Negeri 9 Bantul, Miftakhul Bakhri bersama rombongan sebanyak 10 orang menghadiri pisah sambut kepala madrasah baru yang dilaksanakan di MTs N 9 Bantul. Acara dibuka dengan membaca al Fatihah dan dilanjutkan penandatangan berita acara penyerahan kepemimpinan dari Drs. Tohari Suyuti, M.A. ke Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd.



Miftakhul Bakhri duduk diantara Tohari Suyuti (kiri) dan Buchorri Muslim.

 

Tohari Suyuti dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran rombongan. Selanjutnya kesan mutasi ini membuatnya senang karena semua kepala baru mendapat tugas di tempat yang lebih dekat dari rumah masing – masing. Sebelum dipindah, ia menempuh perjalanan sepanjang ± 29 km dan kini menjadi ± 20 km. Ia menyampaikan pula tugas untuk menyelesaikan pembangunan musholla madrasah yang sudah terlaksana sekitar 70 %. Ia berharap agar prestasi drumband MTsN 5 Bantul juga dapat menorehkan prestasi di tingkat kabupaten.

Sementara Miftakhul Bakhri dalam sambutan menyampaikan pengalaman yang dimiliki olehnya akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas madrasah yang akan dipimpinnya. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul Drs. H. Buchori Muslim, M.Pd.I. menyampaikan semua mutasi dan promosi kepala madrasah dan kepala TU di seluruh MTs Negeri di Bantul merupakan hal yang wajar. Ia mengingatkan bahwa seluruh Aparat Sipi Negara (ASN) sudah menandatangani kesediaan untuk ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. Ia berpesan agar ASN tidak terjerat masalah “Duit lan Jarit” atau masalah “uang” dan “perempuan”. Setelah beranjak ke pembacaan do’a, kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan makan bersama(JKP).

 

Komentar