PENGAJIAN DHARMA WANITA MATSAMABA DI DEPOK


(Kepala madrasah Drs. Mifakhul Bakhri, M.Pd. saat memberikan sambutan)


Bantul (Matsamaba) – Pengajian Dharma Wanita keluarga besar Matsamaba triwulan sekali digelar Ahad (28/1). Darta selaku tuan rumah melaksanakan pertemuan pengajian tersbut di Rumah Makan Yumna Depok Kretek Bantul.

Acara diawali dengan pembacaan beberapa ayat permulaan QS. Al Baqarah dan dilanjutkan sambutan tuan rumah Darta. Dalam sambutannya, salah satu Tenaga Kependidikan Matsamaba tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran guru dan karyawan di acara tersebut dan menyampaikan mohon maaf karena pengajian tidak memungkinkan dilaksanakan di kediamaanya. Ia sangat gembira dengan kehadiran para undangan dan semoga Allah swt membalas kehadiran dengan pahala silaturahim. Ia berharap pemandangan sejuk di pantai membuat suasana menjadi berbeda yaitu lebih santai.

(Suharmanto, S.Pd. sebagai MC memulai acara.)

Kepala madrasah Drs. Mifakhul Bakhri, M.Pd. dalam sambutan kedua menyampaikan agar seluruh guru dan karyawan selalu menjaga silaturahim antar rekan kerja. Dengan kebersamaan dalam bekerja akan dapat menjadi kekuatan untuk melaksanakan berbagai tugas dan kewajiban di madrasah.

Drs. H. Sumarman, M.Pd. dalam tausyiahnya menyampaikan kiat agar madrasah meraih kesuksesan yaitu dengan konsep bersyukur. Ia meminta seluruh guru dan karyawan untuk menjalankan roda pendidikan di madrasah dengan hikmah. Hal ini sesuai dengan QS An Nahl ayat 125 dimana Allah telah memerintahkan kita untuk mengajak manusia (terasuk siswa) dengan jalan hikmah.

(Situasi pengajian di Pantai oleh Keluarga Besar MTsN 5 Bantul)

Sumarman juga belajar ayat – ayat kauniyah Allah atau yang tidak tertulis di Al Qur’an yang terbentang diseluruh bumi. Salah satunya yaitu mengambil pelajaran atau hikmah dari para pengembala kambing, peternak bebek, dan penjual babi. Sumarman memilah siswa menjadi 3 golongan yaitu unggul/cerdas, biasa/sedang, dan khusus/’istimewa’. Untuk golongan cerdas ia memilih menggunakan pembelajaran kambing dimana cukup dengan membawa pakan, kambing akan berjalan mengikutinya. Hal ini bermakna guru harus memberikan reward atau penghargaan kepada siswa golongan cerdas karena mereka akan semakin terpacu menjadi yang terbaik. Untuk golongan sedang ia pun menerapkan hikmah dari peternak bebek dimana ia memerlukan setongkat kayu untuk mengarahkan. Hal ini dimaksudkan agar guru selalu memberi larangan dan arahan kepada siswa di golongan ini agar selalu berjalan kea rah kebenaran. Sedang untuk golongan khusus, dimana sebagian besar masyawarakat melabeli golongan siswa nakal, ia menerapkan hikmah penjual babi ketika ingin memasukkan hewan tersebut ke bronjong cukup menarik ekornya makan akan masuk sendiri. Hal ini dimaksudkan agar guru memakai bahasa ironi, yaitu bahasa melebihkan kenyataan sehingga siswa istimewa tersebut justru akan segan dan segera melaksanakan apa yang dimaksud guru dengan sendirinya. Dengan ketiga cara ini nampaknya Bakopar Bantul menunjuknya sebagai koordinator penanganan siswa bermasalah sejak tahun 1999.

(Kepala madrasah memberikan kenang-kenangan untuk Jumanudin, M.Pd.I.)

Dalam kesempatan ini juga disampaikan tali kasih keluarga Matsamaba yang diwakili oleh Kepala Madrasah atas pindah kerja guru Bahasa Arab Jumanudin, M.Pd.I ke MTs Negeri 8 (Prambanan) mulai 1 Februari 2018. Selanjutnya akan hadir guru Bahasa Arab ke Matsamaba(jkp).

 

 






Komentar