Bantul (Matsamaba) – Apel dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober dilaksanakan di Matsamaba Senin (23/10). Apel dilaksanakan di halaman upacara dengan dipimpin langsung oleh Drs. Miftakhul Bakhri selaku kepala madrasah. Peserta terdiri dari siswa dan guru. Pembelajaran berlangsung seperti biasanya hanya saja pakaian yang dikenakan adalah baju koko dan sarung untuk putra dan baju muslimah untuk putri.
Selang lima hari kemudian, upacara bendera dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober digelar Sabtu (28/10) di Lapangan Upacara Bendera MTs Negeri 5 Bantul. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Istinah SPd menyampaikan amanat dari Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) RI. Petugas upacara mengenakan seragam pasukan berwarna putih dengan pemimpin upacara Syifa Assyahra dan pembaca ikrar sumpah pemuda Ossy Siliana.
Dalam amanat yang dibacakan Istinah, Menpora mengambil tema Pemuda Indonesia Berani Bersatu. Tanggal 28 Oktober 1928 atau delapan puluh Sembilan tahun yang lalu 71 pemuda dari seluruh penjuru Indonesia bersatu di sebuah gedung di Jalan Kramat Jaya Daerah Kwitang Jakarta mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia. Ikrar ini merupakan tekat pemuda dari seluruh penjuru Indonesia untuk bersatu dimana sulit dibayangkan pada saat itu sulitnya sarana transportasi yang bisa mempertemukan pemuda tersebut di Jakarta. Perbedaan suku, ras, agama dikesampingkan guna bersatunya pemuda untuk menjadi satu, satu nusa, bangsa, dan bahasa; Indonesia.
Pesan Presiden RI pertama Ir. Sukarno meminta agar jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi untuk mewarisi api sumpah pemuda. Kalau mewarisi abu, kita hanya akan puas dengan keaadaan Indonesia yang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air sedangkan ini sesungguhnya bukan tujuan akhir. Segala macam usaha untuk memecah belah persatuan bangsa harus berani kita tumbangkan.
Komentar
Posting Komentar